Jumat, 26 September 2014

JANENGAN

JANENGAN DALAM RANGKA MAULID NABI MUHAMMAD SAW

BENTUL-dusun yang terletak di timur Kebasen ini rupanya masih menjunjung tinggi nilai-nilai budaya setempat. Seperti budaya Janengan. Janengan merupakan genjring Jawa atau hadroh Jawa sebagai pengiring shalawat nabi dan parikan yang berisi nasihat untuk meningkatkan ke-Imanan.
Ada 13 personil grup Janeng pimpinan Rasiman (65). Mereka masing-masing memegang alat musik yang berupa genjring Jawa/hadroh, kendang, calung, kecrek, kentongan dan ada juga yang menjadi vokal dengan suara melengking khas “Rock Jawa Islami /red. Mereka rupanya punya ramuan tersendiri yaitu, bawang merah goreng, kencur mentah dan cabai mentah yang sesekali dimakan pada saat istirahat. Ini sebagai imunitas tubuh supaya tetap vit, menjaga kualitas suara dan juga supaya tidak mengantuk.
Para penonton yang rata-rata orang tua terlihat sangat menikmati budaya ini. Pada hari menjelang larut. Banyak yang ikut shalawatan, ada juga yang menari menguikuti alunan musik.

Janengan biasanya ramai ditampilkan pada saat bulan Maulud. Saat acara hajatan warga dan juguran Syafaat di Pendopo Wakil Bupati Banyumas kami juga sering di undang untuk pentas. Tutur Agus Priyanto (35) . Pertengahan bulan Maret ini kami akan tampil di Jogja pada acara Juguran Syafaat juga. Tambahnya. (Andi Priyatno).