I.
PENGANTAR
Banyaknya media
sosial dewasa ini seperti facebook, YouTube, twitter, instagram, WhatsAppdan lainnya yang sangat mudah
diakses oleh berbagai kalangan. Kita juga dituntut untuk lebih cepat dewasa dalam
menyikapinya agar tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Penyedia layanan
yang semakin berlomba untuk menujukkan yang terbaik untuk konsumen terutama penikmat
media akan terus memperbaiki layanannya. Tidak hanya dalam bentuk tulisan saja.
Saat ini media tersebut dapat menginformasikan dalam bentuk audio visual terekam maupun siaran
langsung.
Tidak seharusnya
media sosial digunakan untuk menggertak, berdebat menghasut dan menyebar
kebencian.Seperti himbauan Presiden Indonesia, agar masyarakat Indonesia menghentikan
penyebaran hoax, fitnah, dan
kebencian di media sosial.Dalam kutipannya di Istana Merdeka, Jakarta
(8/6/2017). Joko Widodo menyampaikan: “Kepada seluruh masyarakat Indonesia
dimanapun berada, marilah bersama-sama kita hentikan penyebaran berita bohong
atau hasutan, yang mengandung fitnah dan kebencian di sosial media,”Ia juga
meminta masyarakat untuk menunjukkan nilai-nilai positif asli bangsa. “Mari
kita tunjukkan nilai-nilai kesantunan, nilai-nilai kesopanan sebagai budaya bangsa Indonesia.” (nasional.kompas.com).Pendewasaan di media
sosial tentu harus melalui proses dan pengalaman.
Bukan hanya di
media sosial saja. Hoax juga sudah
menyebar ke seluruh lapisan masyarakat yang belum bisa menggunakan teknologi
sekalipun. Beberapa media penyebar hoaxdiantaranya
melalui selebaran-selebaran yang dilakukan oleh oknum yang dengan sengaja
menyebarkan informasi bohong untuk menjatuhkan salah satu kelompok. Penyebar hoaxjuga ada yang menggunakan lisan.
Mereka akan percaya begitu saja tanpa mencari informasi pembanding.
Beberapa arti hoax diantaranya. Hoax berasal dari bahasa Inggris yang artinya informasi yang
sesungguhnya tidak benar, tetapi dibuat seeolah-olah benar adanya. Hoax juga berarti pemberitaan bohong.
Menipu dengan sebuah berita bohong. Hoax
juga merupakan informasi yang di rekayasa untuk menutupi informasi sebenarnya;
atau bisa diartikan sebagai upaya pemutar balikan fakta menggunakan informasi
yang meyakinkan tetapi tidak dapat diverifikasi
kebenarannya. Hoaxjuga diartikan sebagai
tindakan mengaburkan informasi yang sebenarnya, dengan cara membanjiri suatu
media dengan pesan yang salah agar bisa menutupipesan yang benar.
Pendidik bukan
hanya dosen,guru, ustadz atau ustadzah yang punya latar pendidikan formal atau
non formal dalam mendidik. Tetapi orang tua, teman, sahabat. juga berperan
sebagai Sang Pendidik.
Kini fenomena hoax terjadi di semua negara. Maraknya hoax yang menyesaki media saat ini
justru dipandang bisa menjadi sarana untuk mendewasakan diri sebagai Sang
Pendidik hingga mendewasakan bangsa. Berita atau informasi bohong juga semakin
mematangkan kita, dan menjadikan kita tahan uji.Mendewasakan Sang Pendidik
dapat terwujud jika kita bijak dalam menyikapinya dan mau berproses.
Hal ini yang
perlu dikritisi oleh Sang Pendidik agar tidak termakan informasi yang
berindikasi adanya hoax dan tidak
menyebar luaskan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
II.
ISI
Saat ini tidak
hanya untuk bersosial melalui media yang semakin mudah. Kita dituntut dalam
pendewasaan dalam bermedia sosial. Pendewasaan adalah proses menjadikan dewasa,
mampu menyelesaikan masalah sendiri. Dewasa dalam segi umur, dewasa dalam segi
kepemimpinan, dewasa dalam profesi dan dewasa dalam rumah tangga; belum tentu
dewasa dalam menggunakan media sosial.
Sebagai contoh.
Seorang Pengajar baru saja membuat akun media sosial facebook. Ia mengkonfirmasi akunfacebook
orang lain yang tidak benar-benar ia kenal dan ternyata adalah pelaku penyebar hoax. Dalam unggahannya iapunterkesan up to date. Hampir 15 menit sekali ia
mengunggah berbagai hal. Dari mulai status, foto, barang dagangan, keluarga,
kerjaan. Sampai permasalahan pribadinya ia unggah
di facebook. Hanya ingin disebut
sebagai sosialita dan kekinian. Ia
selalu mengikuti perkembangan yang sedang jadi viral yang belum dipastikan kebenarannya. Ia pun membagikan
informasi hoax di dinding facebook dan di grup yang ia ikuti. Saking
mudahya akses media sosial dalam satu genggaman tangan. Ia juga membagikannya
di grup WhatsApp yang sebenarnya hal
tersebut tidak seharusnya di publikasikan.
Pengalaman
mempunyai teman seperti contoh diatas yang kemudian penulis coba tuangkan ke
dalam artikel ini. Isi artikel antara lain: cara menidentifikasi hoax, dampak negatifhoax, cara mengdukasi, dan pengalaman pribadi yang pernah dilakukan
penulis ketika mendapati hoax. Semoga
tulisan ini dapat bermanfaat bagi pembaca.
A.
Cara
Mengidentifikasi Hoax
Berbagai
informasi hoax beredar di lini masa.
Pesatnya perkembangan telepon pintar membuat publik semakin mudah mengakses
beragam informasi dan berita. Imbasnya informasi palsu ikut tersebar dengan
mudah yang bagi sejumlah orang malah diyakini sebagai kebenaran.Sebagai seorang
pendidik kita dituntut untuk cerdas dalam mengidentifikasi informasiapakah hoax atau realita.Marakanya berita
bohong perlu dilakukan evaluasi terhadapm media daring yang sengaja memproduksi
berita bohong tanpa sumber yang jelas, dengan judul provokatif dan mengandung
fitnah. Berikut adalah cara yang dapat dilakukan untuk mengidentifikasi hoaxala penulis.
1. Menjadi
viralatau trending topicmaka patut dicurigai berita tersebut berindikasi
adanya hoax;
2. Pelaku
yang membagikan adalah pelaku yang belum dewasa di sosial media;
3. Akun
yang membagikan informasi adalah akun abal-abal atau dari situs yang tidak
terpercaya;
4. Banyak
di bahas secara lisan sehingga informasi menjadi semakin besar;
5. Banyaknya
selebaran yang tidak jelas siapa penulisnya dan terdapat dimana-mana;
6. Semakin
kontrofersi dalam media audio visual seperti televisi dan youtubeyang menyudutkan salah satu pihak.
Disamping
cara diatas. Penulis juga ingin menginformasikan cara mengidentifikasi hoaxdengan media gambar atau foto,
karena saat ini banyak aplikasi editor foto yang membuat seolah-olah nampak
nyata dan mengaburkan informasi yang sebenarnya. Untuk itu dilakukan cek foto
di dalam artikel berita. Terkadang pembuat berita palsu juga mengedit foto
untuk memprovokasi pembaca. Cara yang cukup mudah adalah dengan mengunduh atau screenshoot foto. Lalu buka Google Images di browser dan seret (drag) foto tersebut ke kolom pencarian Google Images. Periksa hasilnya untuk
mengetahui sumber dan caption asli dari foto tersebut.
B.
Dampak
Negatif Hoax
Berbagai
imbas dari dampak negatif akibat dari banyaknya hoax yang semakin menjamur dapat merugikan diri sendiri,
orang-orang di sekelilingnya dan bagi yang mengkonsumsi informasi diseluruh
jangkauan internet. Kecanggihan teknologi yang bisa di akses dari seluruh dunia
akan menambah parah dari dampak negatif itu sendiri. Menurut pendapat penulis,
inilah beberapa diantaranya.
1. Dampak
negatif bagi diri sendiri, diantaranya yaitu:
Pelaku penyebar hoax dapat mengalami krisis sosial
karena kurang dipercaya atau bahkan tidak dipercaya lagi.Pelaku juga akan ragu
terhadap informasi yang ia dapat akibat trauma pernah menjadi informan bohong.Pelaku
juga dapat dikenai pasal pencemaran nama baik yang akibatnya akan diberikan
sanksi dari mulai materi bahkan hukuman..
2. Dampak
negatif terhadap orang-orang disekitar, antara lain:
Malu terhadap
teman-teman dalam aktifitas sosial secara nyata maupun pada teman-taman yang
berada di dunia maya.Merugikan salah satu kelompok dan dapat terjadi perang
dingin atau perang dalam bentuk ketegangan yangmengakibatkan saling
menjatuhkan.Dalam dunia ekonomi, kompetitor akan semakin berjaya dan belum
tentu produknya lebih baik.
3. Dampak
negatif bagi konsumen informasi diseluruh jangkauan internet. Inilah yang
paling parahkarena dapat memecah belah bangsa dan akan semakin rentan
dimanfaatkan oleh salah satu pihak karena akan terbagi menjadi dua atau bahkan
lebih kubu yang saling bertentangan.
C.
Cara
Mengedukasi untuk Memerangi Hoax
Berdasarkan
undang-undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (pasal 10 ayat 1)
disebutkan bahwa guru harus memiliki empat kompetensi, yaitu kompetensi
pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional.
Inilah yang kemudian dapat di aplikasikan dalam mengedukasi untuk memerangihoax bagi siswa, keluarga dan kolega.Bagaimana
caranya. Yukz langsung saja disimak.
1. Siswa
Dapat melalui sosialisasi
akan bahaya berita atau informasi hoax
melalui literasi media.Klarifikasi, agar menanyakan kepada Bapak atau Ibu Guru
apabila meraka menemukan informasi yang janggal. Membantu mencarikan informasi
dan menemukan hoax atau fakta.
Membuat tulisan di majalah dinding yang menyebutkan bahwa hal tersebut adalah
tidak benar dan mencantumkan informasi yang sebenarnya disertai foto atau
gambar. Bisa juga diselipkan ke dalam materi mata pelajaran.
2. Keluarga
Fitnah lebih kejam dari
pembunuhan. Mungkin istilah itu yang sering digunakan sebagian orang. Membekali
keluarga dengan kegiatan-kegiatan agama dapat menjadikan keluarga kita akan
semakin bijak dalam mengkonsumsi informasi dan akan semakin selektif dalam
membagikan informasi.
3. Kolega
Cara mengedukasi di
kalangan kolega harus berhati-hati. Jangan sampai malah akan menjadikan kita
musuh karena tidak mau di nasehati. Memberikan contoh yang riil dengan
memberikan informasi pembanding yang berisi informasi sebenarnya akan lebih
dipercaya. Sebagai edukasi yang efektif dengan menghimbau agar berinternet secara
cerdasdan sehat dengan mencontohkan langsung. Membaca atau mendapatkan
informasi hanya dari sumber yang dipercaya. Jika membuka informasi dari sumber
yang kurang bisa dipercaya atau tidak dapat dipertanggungjawabkan maka akan
terkecoh dengantampilan yang bagus dan indah, kemudian akan terjebak dengan
informasi hoax.Berbagi Pengalaman
Pribadi
Dua
motif semakin maraknya informasi hoax
yaitu motif politik dan ekonomi.Beberapa bulan sebelum Pemilu Presiden 9 Juli
2014. Masyarakat Indonesia dihebohkan dengan maraknya berita hoax yang saling menghasut demi
kepentingan politik, sehingga terpecah menjadi beberapa kubu. Itu merupakan
salah satu motif politik. Kita juga harus mewaspadai fenomena hoax seperti itu akan terjadi mendekati Pemilihan
Presiden 2019 mendatang. Jadi waspada ya...
Pada
artikel ini penulis akan membagikan pengalaman pribadi berkaitan dengan motif
ekonomi. Ini adalah cerita benar yang penulis alami. Bahasa gaulnya true story. Bukan bermaksud iklan karena
memuat beberapa produk. Tetapi penulis membantu klarifikasi dari pihak yang
menjadi korban hoax.Monggo... langsung saja disimak.
Beberapa
media sosial yang penulis punyai pernah marak beredarinformasi yang disebutkan
bersumber dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), tentang bahaya Aspartam yang terkandung
di beberapa minuman. Informasi hoaxtersebutberbunyi:
“Saat ini sedang ada wabah pengerasan otak atau sumsum tulang belakang. Jangan
minum produk: extra joss, M-150, kopi susu gelas, Kiranti, Krating Daeng,
Hemaviton, Marimas, Hore, Frutillo, Segar Sari, Pop Ice, Segar Dingin Vit C,
Okky Jelly Drink, Inaco, Gatorade, Nabati, Adem Sari, Naturade Gold, Aqua
Splash. Karena mengandung Aspartame racun yang menyebabkan diabetes, kanker dan
bisa mematikan.” Ini juga yang meresahkan penulis menjadikan ikut termakan
berita bohong tersebut, sehingga penulis menghentikan meminum minuman kesukaan
salah satu produk yang telah disebutkan.
Setelah
mendengar iklan layanan masyarakat di radio yang menginfokan bahwa saat ini
banyak beredar beritaobat palsu,nomor ijinedar palsu,makanan tanpa ijin edar, dan
minuman dengan kandungan berbahaya. Kesemuanya itutidak ada ijin asli yang
dikeluarkan olehBadan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang orang awam belum
tahu asli atau palsu begitu juga dengan penulis. He he he.
BPOM
ternyata sudah menyedikan sarana bagi konsumen untuk memastikan apakah prodak
obat, makanan dan minuman yang beredar di pasaran sudah memiliki ijin edar
resmi atau belum. Fasilitas Telepon Pintar berbasis android dapat digunakan
untuk mengecek. Aplikasi dengan nama Cek BPOM bisa di unduh dari Google Play Store.
Iklan
layanan masyarakat tersebut selesai. Penulispun langsung mengeklik Google Play Store. Kemudian ketikCek BPOM dan terlihat aplikasi dengan
nama Data Produk Teregistrasi. Selanjutnya klik pasang.
Setelah
aplikasi di unduh. Lalu penulis
mengecek produk kesukaan untuk memastikan sudah terdaftar di BPOM atau belum denganmengetik
merek. Bisa juga menggunakannomor ijin edar lho,
untuk memastikan ijin edar yang dicantumkan palsu atau terdaftar.
Selanjutnya
penulis membantu klarifikasi tentang informasi hoax tersebut dengan membagikan di media sosial disertai bukti screenshoot. Penulis juga menghimbau
agar anggota grup untuk meneruskan informasi yang benar dengan membagikan juga
pada informasi sebelumnya yang ia bagikan.
Itulah
salah satu dari pengalaman penulis yang sudah penulis lakukan. Mudah kan.
Selamat mencoba dan niatkan untuk berbuat kebaikan.
III. PENUTUP
Pendewasaan
tentunya harus melalui pengalaman dan proses. Sebagi seorang pendidik harus
sedini mungkin dapat dewasa dalam bermedia sosial agar nantinya kita dapat
bermanfaat untuk orang-orang disekitar maupun teman yang berada di media
sosial. Maraknya informasi hoax jika dibiarkan amat mungkin dapat memecah belah
bangsa.
Mari
bersama-sama kita laporkan konten yang berindikasi hoax agar tidak semakin banyak korban hasutan. Jadilah masyarakat
indonesia anti hoaxyang mengajak
seluruh masyarakat agar peduli memerangi penyebaran informasi hoax di media sosial.
Gunakan sosial
media untuk hal yang positif.Menyebarkan atau memberikan informasi buruk di
internet bisa terancam pidana pasal 310 dan 311 KUHP dan Undang-undang ITE. Jangan
terburu-buru disebarkan cek dulu kebenarannya. Jangan sampai bersinggungan
dengan hukum.
Mengikuti grup
diskusi anti hoax di media sosial. Misalnya
di facebook terdapat sejumlah fanspage dan grup diskusi anti hoax. Misalnya Forum Anti Fitnah, hasut,
dan Hoax (FAFHH). Fanspage dan grup Indonesian HoaxBuster, Fanspage Indonesian Hoaxes
dan grup Sekoci. Untuk google, bisa menggunakan fiturfeedback untuk melaporkan situs dari hasil pencarian apabila
mengandung informasi palsu. Twitter memiliki fitur report twetter
untuk melaporkan tweet yang negatif demikian juga dengan instagram.Masyarakat juga
dapat mengaksesdata.turnbackhoax.id
untuk menampung aduan hoax dari
natizen sekaligus berfungis sebagai database
yang berisi referensi berita hoax.
(Andi
Priyatno)
#antihoax
#marimas #pgrijateng

Tidak ada komentar:
Posting Komentar