Rabu, 29 April 2020

Tugas Akhir Program Penyelesaian Kasus Matematika Tentang Pecahan


KASUS : 
UNIVERSITAS TERBUKA 
UPBJJ PURWOKERTO
Jalan Kampus No. 54 Grendeng Purwokerto 53122
TUGAS TUTORIAL WEB II MATA KULIAH  : TUGAS AKHIR PROGRAM
KODE MK/ SKS : PDGK4500/ 3 SKS 
Petunjuk: Bacalah dengan seksama dan kerjakan pertanyaan-pertanyaannya! Pak Toni Merupakan seorang guru kelas 4 Sekolah Dasar di daerah perdesaan. Pada pelajaran matematika
tentang materi pecahan, Pak Toni menjelaskan mengenai cara menjumlahkan pecahan dan memberi contoh di papan tulis. Salah satu penjelasannya adalah sebagai berikut:
“ Pak Toni, Berkata : "Perhatikan anak-anak, kalau kita mau menjumlahkan pecahan, penyebutnya harus disamakan terlebih dahulu, kemudian pembilangnya dijumlahkan. Perhatikan contoh berikut: 1/2 + 1/4 = 2/4 + 1/4 = 3/4. Perhatikan lagi contoh ini: 1/2 + 1/3 = 3/6 + 2/6 = 5/6. Jadi yang dijumlahnya adalah pembilangnya, sedangkan penyebutnya tetap. Mengerti anak-anak?" Anak-anak diam, mungkin mereka bingung. Pak Toni, Kemudian berkata lagi “ Pasti kalian sudah jelas, kan. sekarang coba kerjakan soal-soal ini." Pak Toni menulis 5 soal di papan tulis dan anak-anak mengeluarkan buku latihan mereka. mereka mulai mengerjakan soal, namun sebagian besar anak ribut dikarenakan tidak tahu bagaimana cara mengerjakannya. Hanya beberapa anak yang tampak mengerjakan soal, yang lain hanya menulis soal, dan ada pula yang bertengkar dengan temannya. Selama anak-anak bekerja Pak Toni duduk di depan kelas sambil membaca.”
Setelah selesai, anak-anak diminta saling bertukar hasil pekerjaannya. Pak Toni meminta seorang anak menuliskan jawabannya di papan tulis. Tetapi karena jawaban itu salah, Pak Toni lalu menuliskan semua jawaban di papan tulis. Kemudian anak-anak diminta memeriksa pekerjaan temannya, dan mencocokkan dengan jawaban di papan tulis. Alangkah kecewanya Pak Toni ketika mengetahui bahwa dari 30 anak, hanya seorang yang benar semua, sedangkan seorang lagi benar 3 soal, dan yang lainnya salah semua. Jawablah pertanyaan terkait kasus di atas berikut ini dengan jelas dan benar!
1. Jika Saudara menjadi Pak Toni, jelaskan langkah-langkah pembelajaran yang akan ditempuh untuk mengajarkan pecahan dengan penyebut yang berbeda.  Beri alasan mengapa langkah-langkah itu yang Saudara lakukan dengan illustrasi yang mudah dipahami! 
2. Berdasarkan kasus pembelajaran di atas, apabila Saudara akan melakukan rencana perbaikan pembelajaran, maka Saudara akan menentukan judul, rumusan, tujuan, dan prosedur pembelajaran.  a. Sebutkan judul yang sesuai untuk mengatasi kasus pembelajaran di atas! b. Buatlah rumusan masalahnya ! c. Tuliskan tujuan perbaikan ! d. Susunlah rencana perbaikan dari pra siklus dan siklus I!




TUGAS TUTORIAL WEB II
Tugas Akhir Program IDIK4500


Nama
: Andi Priyatno
Kelas
: A
NIM
: 857537946
No. Absen
: 2
Pokjar
: SMP Muhammadiyah 3 Purwokerto
Semester
: 3


1.       Jika Saudara menjadi Pak Toni, jelaskan langkah-langka pembelajaran yang akan ditempuh untuk mengajarkan pecahan dengan penyebut yang berbeda.
Berikan alasan mengapa langkah-langkah itu yang Saudara lakukan dengan ilustrasi yang mudah dipahami!.

Pada pelajaran Matematika materi pecahan dengan penyebut yang berbeda tersebut, jika saya menjadi Pak Toni maka langkah-langkah yang akan saya lakukan adalah sebagai berikut :

Sebelum masuk kelas saya menyiapkan :
a.      RPP
b.     Skenario pembelajaran
c.      Peta konsep
d.     Soal bervariasi dalam selembar kertas
e.      Lembar Kerja Siswa (LKS) tentang pecahan.
f.      Daftar nilai
g.     Kerapihan pakaian dan kondisi yang prima.


KEGIATAN PENDAHULUAN
Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian siswa untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.

1.       Menciptakan Kondisi Awal Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran akan berhasil dengan baik apabila guru (Pak Toni) dapat megkondisikan kegiatan belajar secara efektif. Kegiatan prapembelajaran biasanya bersifat umum dan tidak berkaitan langsung dengan kompetensi atau materi yang akan dibahas dalam kegiatan inti pembelajaran.
Upaya yang dilakukan pada tahap pra pembelajaran diantaranya sebagai berikut:
a.    Menciptakan sikap dan suasana kelas yang menarik.
b.   Memeriksa kehadiran siswa.
c.    Menciptakan kesiapan belajar siswa.
d.   Mencipkatakn suasana belajar yang demokratis.
e.    Membangkitkan motivasi belajar siswa.
f.    Membangkitkan perhatian siswa.
2.       Memberi Acuan
Dalam kaitannya dengan kegiatan awal pembelajaran, memberi acuan diartikan sebagai upaya guru dalam menyampaikan secara spesifik dan singkat gambaran umum tentang hal-hal yang akan dipelajari dan kegiatan yanga akan ditempuh selama pembelajaran berlangsung. Hal ini akan memberikan target tentang keberhasilan pada masing-masing siswa.
a.   Memberitahukan tujuan (kemampuan) yang diharapkan atau garis besar materi yang akan dipelajari.
b.   Menyampaikan alternatif kegiatan belajar yang akan ditempuh siswa.
3.       Membuat Kaitan (Melaksanakan Apersepsi)
Siswa akan tertarik terhada pelajaran yang diberikan apabila mereka melihat kaitan atau hubungan dengan apa yang tekah dikenal atau sesuai dengan pengalaman mereka terdahulu atau sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka. Apersepsi berfungsi untuk mempersiapkan kondisi awal belajar pada diri siswa terutama kesiapan mental siswa menghadapi pelajaran.
“Anak-anak, pernahkan kalian kalian memakan buah semangka?. Nah, jika buah semangka dibelah menjadi 2 maka itu menunjukkan pecahan setengah atau 1/2.”
4.       Memberikan motivasi
Motivasi ini merupakan motor penggerak aktivitas belajar. Bila motornya tidak ada maka aktivitas belajar tidak akan terjadi, apabila motornya lemah maka aktivitas belajar yang terjadi akan lemah pula. Bila siswa yang sedang belajar menyadari bahwa tujuan yang hendak dicapai berguna dan bermanfaat baginya maka motivasi belajarnya akan muncul dengan kuat.
Guru menyampaikan bahwa materi pecahan akan sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
5.       Menyampaikan tujuan pembelajaran
Memberitahu tujuan atau kompetensi dasar yang diharapkan dikuasai siswa setelah pembelajaran dilakukan atau garis besar materi yang akan dipelajari untuk mencapai tujuan atau kompetensi. Hal ini perlu dilakukan agar siswa mengetahui semenjak awal kemampuan-kemapuan apa saja yang akan diperolehnya setelah proses pembelajaran berakhir.
Guru menyampaikan kompetensi dasar apa saja yang akan dicapai setelah mempelajari materi pecahan.

KEGIATAN INTI
Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran un tuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran dialakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantiang, memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik, serta psikologis siswa. Kegiatan ini dilakukan secara sistimatis dan sistimatik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.
Langkah-langkah dalam kegiatan inti sebagai berikut:
1.       Memberikan sebuah contoh soal tentang penjumlahan pecahan yang memiliki penyebut yang berbeda, misal 1/4 + ½.
Pada papan tulis guru menjelaskan dan menuliskan pecahan yang memiliki penyebut yang berbeda.
2.       Menyajikan langkah-langkah demi langkah cara menyelesaikan contoh soal tersebut secara runtut, rinci, jelas, dan logis kepada siswa.
Dengan bahasa yang mudah dimengerti siswa.
3.       Memberikan sebuah contoh soal lagi, misal 1/3 + ¼
Soal kedua lebih sulit. Karana perlu step by step agar lebih mengasah pemahaman siswa.
4.       Meminta siswa untuk berpartisipasi secara bergantian untuk menyelesaikan soal tersebut selangkah demi selangkah, sembari mengecek pemahaman setiap siswa.
Memberi kesempatan siswa untuk menyelesaikan soal pada papan tulis dengan bimbingan guru.
5.       Membantu siswa yang mengalami kesulitan pada langkah-langkah yang dilakukan untuk menyelesaikan soal tersebut.
Bimbingan secara personal dapat dilakukan kepada siswa yang pemahamannya lemah.
6.       Memberi sebuah contoh soal lagi, misalnya 1/2 + 1/5.
Soal yang lebihs sulit dari sebelumnya agar semakin mengasah kemampuan dalam pemahaman siswa.
7.       Kembali meminta siswa mengerjakan soal tersebut, kali ini secara berpasangan dengan teman sebangku mereka (teman yang duduk berdekatan) masing-masing. 
Guru menjelaskan bahwa yang sudah paham dapat mengajari temannya dalam arti kata tutor sebaya.
8.       Meminta siswa mengecek hasil pekerjaan mereka dengan membandingkannya dengan hasil pekerjaan pasangan lainnya.
Saling berinteraksi dan bersaing secara sehat dalam menyelesaikan soal.
9.       Meminta mereka mendiskusikan apabila terdapat perbedaan jawaban, sembari guru memberikan bimbingan bila diperlukan.
Belajar berpendapat untuk menyampaikan cara dalam menyelesaikan soal.
10.    Memberikan soal latihan sebanyak 5 buah contoh soal untuk dikerjakan.
Terlebih dahulu guru memberikan arahan sebelum mengerjakan soal dan terlebih dahulu dijelaskan tahap-tahap untuk mengerjakannya.
11.    Mengecek jawaban siswa dengan meminta beberapa orang menuliskan jawaban mereka masing-masing di papan tulis.
Apabila benar maka diberi penghargaan misalnya berupa tepuk tangan.
12.    Memfasilitasi diskusi kelas apabila terdapat perbedaan-perbedaan jawaban siswa.
Guru membimbing siswa untuk aktif menyampaikan pendapat dalam pemecahan soal.


KEGIATAN PENUTUP
Penutup merupakan kegiatan yang dilakuikan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yag dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindak lanjut.
1.       Mengajak siswa merefleksi dan menyimpulkan pembelajaran yang telah diikuti.
Dengan bimbingan guru dengan maksud apabila dalam merefleksikan dan menyimpulkan terdapat kekeliruan bisa langsung dibetulkan atau disempurnakan oleh guru.
Memberikan kesempatan siswa agar dapat menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung.
2.       Melaksanakan penialaian
Pengecekan atau penilaian terhadap pemahaman siswa sangat penting dilakuakan dengan maksud untuk melihat apakah siswa telah mencapai kompetensi dasar yang diharapkan, atau belum.
Penilaian berupa lembar soal yang sudah disiapkan sebelum masuk kelas dengan soal yang berbeda.
3.       Memberikan tugas rumah (PR) dan meminta siswa belajar untuk materi pada pertemuan berikutnya.
Menjelaskan bahwa pelajaran Matematika harus sering berlatih agar nilai ulangan dapat mencapai KKM.
4.       Melaksanakan Kegiatan Tindak Lanjut Pembelajaran
Berdasarkan hasil kegiatan akhir (meninjau kembali penguasaan siswa dan/atau melaksanakan penilaian), guru dapat mengetahui tingkat keberhasilan pembelajara yang telah dialaksanakan. Dari hasil tes, guru akan mengetahui ketercapain tujuan pembelajara oleh siswa baik secara individual maupu kelas.
Beberapa kegiatan tindak lanjut yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan penguasaan siswa terhadap kemampuan yang diharapkan dimiliki siswa.
a.    Memberikan tugas atau latihan yang harus dikerjakan di rumah.
b.   Membahas kembali bahan pelajaran yang belum dikuasai oleh siswa
c.    Memberikan motivasi atau bimbingan belajar.
d.   Mengemukakan tentang topik yang akan dibahas pada waktu yang akan datang.

2.       Berdasarkan kasus pembelajaran di atas, apabila Saudara akan melakukan rencana perbaikan pembelajaran, maka Saudara akan menentukan judul, rumusan, tujuan, dan prosedur pembelajaran.
a.       Sebutkan judul yang sesuai untuk mengatasi kasus pembelajaran di atas!
“Peningkatan Hasil Belajar Siswa Materi Pecahan Melalui Metode Latihan pada Kelas IV SD”
Tujuan Metode Latihan dalam pembelajaran Matematika agar murid dapat mengembangkan langkah kecakapan intelek, seperti mengenal rumus-rumus menghitung dan penalaran.
b.       Buatlah rumusan masalahnya!
1)      Mengapa pembelajaran Matematika tentang materi pecahan di kelas IV SD yang dilakukan oleh Pak Toni tidak berhasil?.
2)      Pembelajaran Matematika materi pecahan kelas IV SD yang dilakukan Pak Toni hasilnya mengecewakan.
3)      Metode pembelajaran yang dilakukan Pak Toni pada mata pelajaran Matematika materi pecahan kelas IV SD belum berhasil.
4)      Pembelajaran Matematika pada materi pecahan di kelas IV SD tidak sesuai harapan.
5)      Bagaimana meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD pada mata pelajaran Matematika meteri pecahan melalui penggunaan metode yang bervariasi?.
6)      Bagaimana meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IV SD pada mata pelajaran Matematika materi pecahan melalui latihan?.
7)      Menerapkan metode latihan dalam meningkatkan partisipasi belajar siswa kelas IV SD dalam mata pelajaran Matematika materi pecahan.
8)      Mengapa suasana kelas IV SD pada pelajaran Matematika materi pecahan tidak kondusif?.
9)      Pembelajaran Matematika materi pecahan kelas IV SD kurang interaktif antara Pak Toni dengan siswa.

c.       Tuliskan tujuan perbaikan!
1)      Proses penerapan metode latihan dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pejaran Matematika meteri pecahan di kelas IV SD.
2)      Meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika materi pecahan melalui metode latihan sehingga hasilnya memuaskan.
3)      Mendeskripsikan cara meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IV SD pada mata pelajaran Matematika materi pecahan.
4)      Meningkatkan pemahaman siswa melalui metode latihan pada pelajaran Matematika materi pecahan kelas IV SD.
5)      Menganalisis dampak penerapan metode latihan dalam meningkatkan partisipasi belajar siswa kelas IV SD dalam mata pelajaran Matematika materi pecahan.
6)      Mendiskripsikan penerapan penggunaan metode yang bervariasi dalam meningkatkan pemahaman siswa kelas IV SD terhadap materi pecahan mata pelajaran Matematika.

d.       Susunlah rencana perbaikan dari pra siklus dan siklus I!.
Perencanaan Perbaikan Pembelajaran Matematika
1.       Fakta/Data pembelajaran yang terjadi di kelas IV SD.
2.       Identifikasi masalah :
a.       Hasil belajar Matematika siswa masih di bawah KKM (katakan KKM nya 70).
b.       Siswa kurang memperhatikan penjelasan guru.
3.       Analisis Masalah :
a.      Mata pelajaran Matematika khususnya materi pecahan diperlukan sebuah metode pembelajaran untuk memperjelas penjelasan materi.
b.     Guru dalam hal ini Pak Toni belum menggunakan metode latihan dalam pembelajaran Matematika materi pecahan.
4.       Alternatif dan Prioritas Pemecahan Masalah :
Berdasarkana analisis masalah maka tindakan perbaikan yang akan dilakukan adalah menggunakan metode latihan dalam pembelajaran Matematika khususnya materi pecahan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran siswa kelas IV SD.
5.       Rumusan Masalah
a.       Bagaimanakah hasil belajar siswa tentang pecahan setelah guru (Pak Toni) menggunakan metode latihan?.
b.       Bagaimanakah proses pembelajaran Matematika dengan menggunakan metode latihan?.
6.       RPP Perbaikan :
a.      Pra Siklus      : 28 April 2020
b.     Siklus 1          : 30 April 2020








Tidak ada komentar:

Posting Komentar