TUGAS
TUTORIAL 2
Perspektif
Pendidikan SD PDGK4104
Nama :
ANDI PRIYATNO Kelas : A
NIM : 857537946 Semester : 3
Pokjar : SMP
Muhammadiyah 3 Purwokerto
1. Berikan
beberapa penjelasan mengenai bahan ajar yang baik bagi siswa di sekolah dasar!
Bahan ajar berisi konten – tertulis, melalui
media, atau difasilitasi guru yang digunakan siswa untuk mencapai tujuan
pembelajaran atau kompetensi yang diharapkan.
Bahan ajar yang paling sering digunakan guru
adalah buku teks dan Lembar Kerja Siswa (LKS) atau buku kerja siswa. LKS yang
lengkap hendaknya memuat komponen: tujuan, materi/sumber, waktu, cara kerja,
hasil yang diharapkan, dan tindak lanjut.
Komponen utama yang harus ada dalam bahan
ajar adalah tujuan pembelajaran, uraian materi, dan evaluasi.
Disamping sajian materi yang harus dipelajari siswa,
uraian materi juga mencakup ilustrasi (gambar, tabel, grafik, atau contoh) dan
tugas yang harus dilakukan siswa.
2. Jelaskan
cara pengembangan bahan ajar pada jenjang sekolah dasar guna mendukung pembelajaran
yang efektif!
Pengembangan bahan ajar dapat dilakukan
melalui penulisan sendiri atau penggunan bahan ajar yang tersedia.
Suatu bahan ajar hendaknya memiliki
komponen-komponen tujuan pembelajaran, uraian materi, dan evaluasi. Dengan
memperhatikan komponen-komponen tersebut, maka langkah yang harus dilakukan
guru dalam menulis bahan ajar adalah merumuskan tujuan pembelajaran, menyajikan
materi pelajaran, dan mengembangkan alat evaluasi.
Penggunaan bahan ajar yang tersedia harus
memperhatikan berbagai kriteria pemilihan bahan ajar, seperti kesesuaian dengan
tujuan pembelajaran, tingkap perkembangan siswa, dan proses belajar siswa,
serta karakteristik bahan ajar.
Bahan ajar dikembangkan untuk membantu siswa
menguasai kompetensi yang diharapkan.
Langkah-langkah yang harus dilakukan siswa
adalah melaksanakan tugas dicantumkan dalam komponen cara kerja dalam lembar
kerja siswa.
3. Jelaskan
potret pembelajaran di sekolah dasar secara umum dari segi sarana dan prasarana!
Selain terbatasnya guru, kendala proses belajar
mengajar yang selama ini ditemukan adalah kurang memadainya sarana dan
prasarana penunjang yang ada. Beberapa indikator yang menjadi sumber
terbatasnya sarana dan prasarana bagi suatu sekolah, antara lain:
a.
Letak geografis yang jauh sehingga untuk menjangkaunya
diperlukan waktu dan alat transportasi yang memadai.
b.
Kurang sinkronan informasi antarintansi yang terkait.
c.
Peristiwa bencana alam.
d.
Sarana yang ada tidak mampu menampung banyaknya jumlah
siswa.
e.
Kurangnya motivasi usia produktif untuk bersekolah
karena kombinasi keterbatasan sarana, dukungan keluarga dan keramahan alam.
Sebuah SD yang ideal
seyogianya mempunyai sarana dan prasarana belajar yang lengkap seperti yang
dideskripsikan di atas. Namun tidak selamanya demikian, masih banyak SD yang
serba kekurangan. Menyimak uraian diatas tidak dapat dipungkiri, bahwa peran
sarana dan prasarana di SD sebagai penunjang berlangsungnya pembelajaran,
sangat tergantung dari kreativitas yang memanfaatkannya, dalam hal ini guru,
siswa, dan tentu saja kepala sekolah. Sarana dan prasarana yang melimpah tidak
akan berfungsi sama sekali jika guru dan siswa tida mau memanfaatkannya.
Sebaliknya jika dimanfaatkan secara efektif akan mampu memerankan fungsi
maksimal sebagai penunjang kegiatan pembelajaran.
Keterbatasan sarana dan
prasarana di SD dapat di atasi dengan berbagai cara, antara lain dengan
memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada dilingkungan sekolah, yang dapat
dijangkau oleh SD. Sarana dan prasarana tersebut antara lain sumber belajar
yang ada dilingkungan seperti gejala alam, sanggar seni, balai budaya,
perpustakaan, lapangan olah raga, ruang pertemuan, kelas atau tempat ibadah.
Agar dapat memanfaatkan sarana dan prasarana tersebut, sekolah harus menjalin
komunikasi profesional dengan pihak-pihak yang memiliki aau bertanggung jawab
terhadap sarana dan prasarana yang akan dimanfaatkan. Prakarsa dari guru dan
kepala sekolah merupakan awal proses pemanfaatan tersebut.
4. Jelaskan
potret pembelajaran di sekolah dasar secara umum dari segi kurikulum!
Sebagian besar sudah menggunakan Kurikulum
2013 atau yang populer disebut K-13 atau Kurtilas. Kurikulum ini menekankan
pada proses pembelajaran yang memberikan kesempatan luas bagi peserta didik
untuk mencari tahu, mengeksplorasi serta mengembangkan diri semaksimal mungkin
demi memperoleh hasil belajar sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan.
Namun penerapan Kurikulum 2013 sendiri menuai
beberapa polemik di kalangan pendidik maupun praktisi pendidikan diantaranya
tentang penghapusan serta peleburan beberapa mata pelajaran dan kurang
matangnya konsep K-13 itu sendiri saat mulai diujicobakan. Akibat polemik
ini, pelaksanaan K13 saat ini tidak berlaku secara nasional namun hanya di
sekolah-sekolah yang menjadi pilot
project K13 sementara yang lain kembali pada Kurikulum Satuan
Pendidikan (KTSP)
5. Jelaskan
potret pembelajaran di sekolah dasara secara umum dari segi sumber daya
manusia!
Salah satu persoalan guru,
selain kesejahteraan adalah ketidakmerataan jumlah mereka. Perbandingan antara
guru yang mengajar di daerah terpencil dengan guru yang mengajar di kota sangat
jauh. Dari segi kuantitas, jumlah guru sebetulnya telah memadai, tetapi sisi
pemerataan dan kualitasnya belum sesuai.
Disamping sumber daya
manusia yang ada di SD, SDM dan lembaga yang sangat berperan dalam
penyelenggaraan pendidikan SD, meliputi pengawas SD, kepala Dinas Pendidikan,
Menteri Pendidikan Nasional, yang semuanya merupakan pejabat pemerintah, serta
dewan pendidikan dan komite sekolah yang anggota-anggotanya merupakan representasi
dari masyarakat yang peduli pendidikan.
Letak geografis suatu lembaga pendidikan
sehingga untuk menjangkaunya diperlukan waktu dan alat transportasi yang
memadai. Akibatnya, apa yang telah ada tidak mampu untuk dirawat dan dipelihara
karena kurangnya tenaga pendidik dan kependidikan yang ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar